Teladan Beracun Dari Hubungan Mega-SBY

ZonaSatu.com – Kita miris melihat permusuhan mendarah daging antara politisi senior Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono. Sampai detik ini hubungan keduanya tidak juga membaik.

Hal itu terbukti dalam gelaran acara ulang tahun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang ke-44 di Jakarta Hall Convention Center, Jakarta, kemarin (10/01/2017). Wajah SBY tak tampak hadir, entah karena tidak diundang atau tidak datang. Pasalnya, saat dikonfirmasi kepada sejumlah petinggi PDIP tentang apakah SBY diundang, mereka mengaku tidak tahu.

Pada 2015 SBY tampak ingin memperbaiki hubungan dengan mengundang Megawati ke kongres partai Demokrat. Tak tanggung-tanggung, SBY mengutus langsung anaknya, Edhie Baskoro, dan dua politisi senior Partai Demokrat untuk mengantarkan surat undangan. Mega hanya menjawab undangan tersebut dengan mengirimkan utusan, mewakili PDIP, ke Surabaya, tempat digelarnya acara.

Absennya Megawati saat itu dengan alasan sibuk jelas klise dan tampak kurang relevan. Pasalnya, semua orang tentu mempunyai pekerjaan, apalagi politikus sekelas Megawati. Menghadiri undangan adalah soal skala prioritas dan penghormatan kepada yang mengundang.

Kegagalan mempertemukan Mega-SBY dalam satu forum seperti ini adalah untuk kesekian kali, kecuali pada kesempatan yang tak terelakkan alias terpaksa. Misalnya, saat meninggalnya HM Taufiq Kiemas, suami Megawati, atau saat debat kampanye Pilpres di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 2004 dan 2009.

Bahkan, pada pelantikan Presiden Jokowi 20 Oktober 2014, keduanya (tak tahu siapa yang mulai) seolah mencari cara supaya tak bertatap muka. Padahal, mereka sama-sama hadir di lokasi acara sebagai tamu VVIP.

Datang lebih dulu, Megawati memilih duduk berdampingan dengan Presiden ketiga RI BJ Habibie di sisi kanan dan istri mendiang Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid, Shinta Nuriyah, di sisi kirinya. Beberapa saat kemudian, SBY datang dan mengambil kursi yang berdampingan dengan Jokowi di atas podium Ruang Rapat Paripurna I, Gedung Nusantara.

(1)

Comments

Silakan Komentar