KPK Bidik Emirsyah CS, SBY Galau

OPINI – CEO Garuda Indonesia Tahun 2005-2014, Emirsyah Satar dan Istrinya, Sandrina Abubakar telah ditetapkan sebagai TERSANGKA kasus korupsi dan manipulasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan adanya alat bukti kuat, KPK yakin Emir tak akan mampu lepas dari jeratan hukum. (Baca: KPK Sangat Yakin Dengan Alat Bukti Kuat Ini Bisa Menjerat Emirsyah)

KPK membidik Emirsyah atas ‘celotehan’ mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan terkait kelakuan istri-istri para bos BUMN pada Juli 2013 lalu. Saat itu, Dahlan mengungkap kekesalannya atas perilaku “Nyonya Besar” (sebutan untuk istri Dirut BUMN) yang berani investasi, menekan, dan bertingkah layaknya bos.

Salah seorang Staf Garuda Indonesia yang tak mau disebut namanya mengungkap kelakuan para istri bos BUMN. Dia mengaku pernah dimutasi oleh Emirsyah karena menolak permintaan sang istri (Sandrina) untuk meloloskan perusahaan tertentu, rekanan Garuda dalam sebuah proyek pengadaan tahun 2013 lalu.

Temuan dan Fakta-fakta Yang Menjerat Emirsyah dan Istri

KPK sangat yakin, kasus suap ini, tidak hanya Emirsyah yang terlibat. Beberapa pihak akan terjerat dengan terungkapnya kasus Emirsyah. (Baca: KPK Yakin Tak Hanya Emirsyah Yang Di Suap)

Berikut ini beberapa temuan yang menjadi bukti kuat KPK untuk menjerat Emirsyah:

  1. Korupsi Emirsyah Satar dan Junaidi pada pembelian 11 mesin Pesawat Rolls-Royce sebesar US$ 1.7 Miliar melalui Industrial and Commercial Bank of China Limited (ICBC). Emirsyah menerima komisi US$55 Juta atau sekitar Rp 650 Miliar.
  2. Korupsi Emirsyah Satar dan Junaidi dipembelian 25 unit Pesawat ATR 72-600 sebesar US$ 870 juta. Emirsyah cs diduga terima kickback US$ 25 juta.
  3. Emirsyah Satar terima suap bermodus “No Claim” bonus pertahun sebesar US$ 3.5 juta dari Dirut PT Jasindo, Budi Tjahjono.
  4. Sandrina Abubakar terlibat monopoli ticketing, promosi, dan iklan di Garuda. Sandrina ikut campur dan menentukan promosi para karyawan Garuda. Dia juga bisa menentukan pemenang tender proyek dan jadi Ratu Garuda Indonesia.
  5. Emirsyah Satar dan Istri juga menikmati uang haram hasil korupsi di Garuda sebesar Rp 700 miliar. Memiliki Ferarri seharga Rp 4.8 miliar, kepergok pesta wine dan cigars. Selain itu, ia juga beli rumah mewah jutaan dolar Amerika di London, Sydney, Singapore, dan lain-lain. Untuk mengamankan aset-aset korupsinya, Dino Patti Djalal (Mantan Dubes RI untuk AS), Gita Wirjawan, M. Luthfi (Mantan Menteri Perdagangan), dan keluarga Cikeas (SBY) disuap Emirsyah.
  6. Emirsyah diduga suap pimpinan BPK sebesar US$ 2 juta atau sekitar Rp 22 miliar untuk mengamankan audit BPK terhadap kinerja keuangan PT Garuda yang saat itu tengah mengalami masa terpuruk.
  7. Konon, lifetyle Sandrina mengalahkan Ibu Negara, Ani Yudhoyono saat itu. Disinyalir keberanian Sandrina hanya karena telah memberi suap dengan membeli lukisan Ibu Ani sebesar Rp 3 Miliar.

SBY Galau

Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) galau dan gundah-gulana. Kegalauan SBY diungkapkan melalui doa di akun Twitter miliknya @SBYudhoyono.

“Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah dan penyebar ‘hoax’ berkuasa dan merajalela. Kapan rakyat dan yang lemah menang? *SBY*,” kata SBY, Jumat (20/1).

Diduga kegalauan SBY bukan hanya terhadap hoax, tetapi karena KPK saat ini tengah membidik Emirsyah Satar cs. Terungkapnya kasus Emirsyah ini akan menjerat beberapa pejabat di era SBY, termasuk keluarga Cikeas.

Penulis: Chunedy Prasetya
Aktivis Media Sosial

65

Comments

Silakan Komentar