Waspada! Ini Jurus Terakhir Ahok Untuk Selamatkan Investasi Taipan Rp 300 Triliun

OPINI – Oleh: Anggun Gunawan (Alumni Filsafat UGM – ICMI DI. Yogyakarta)

14 Juli 2014 yang lalu, ketika Ahok sudah mengantikan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta, Detik Finance merilis wawancara dengan Eko Budi Kurniawan Kepala Sub Direktorat Perkotaan Ditjen Tata Ruang Kementerian Pekerjaan Umum (PU),

“Investasinya sekitar Rp 300 triliun untuk reklamasi 17 pulau (buatan di Teluk Jakarta) yang totalnya sekitar 5.100 hektar,”

Karena dana pemerintah sangat terbatas, maka semenjak launching program reklamasi itu, Pemerintah DKI di bawah kepemimpinan Ahok sangat getol mencari pengembang yang bersedia untuk menginvestasikan dananya merealisasikan salah satu proyek mercusuar di era presiden Jokowi selain mega proyek listrik 35.000 MW yang diperkirakan memakan biaya 1.180 triliyun rupiah. Lewat lobi-lobi intensif dan tawaran menggiurkan serta prospek keuntungan yang berlipat-lipat, maka berbondong-bondonglah para pengusaha properti ikut ambil bagian dalam pembuatan pulau baru di Teluk Jakarta.

Ketika berbagai persoalan lingkungan dan izin reklamasi muncul ke tengah-tengah publik yang berujung pada keputusan memotarium, Ahok panik dan kemungkinan melakukan lobi personal kepada Pak Jokowi. Sehingga akhirnya Jokowi memutuskan untuk ‘memecat’ Rizal Ramli yang baru beberapa minggu menjabat Menko Maritim.

1.148

Comments

Silakan Komentar