Terungkap, Penghasilan Alifurrahman Seword dari Iklan Perbulan Capai Puluhan Juta

ZonaSatu.comSeword.com merupakan media yang memuat opini para penulis lepas yang cenderung memoles citra basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Joko Widodo (Jokowi).

Alifurrahman S. Asyari, pendiri Seword.com, telah dilaporkan ke Polisi oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perindo. Alif dilaporkan karena dianggap telah membuat tulisan berisi konten hoax dalam artikel yang berjudul “Bukti Anies Jatuh Dalam Kubangan Setan”. Tetapi tulisan tersebut buru-buru dihapus oleh Alif.

Baca: Kerap Bikin Hoax, Pemilik Situs Seword Terancam Penjara 10 Tahun

Kasusnya kini tengah ditangani pihak kepolisian. Namun, tahukah anda berapa penghasilan situs Seword? Berdasarkan perhitungan Siteworthtraffic.com, jumlah pageview (pengunjung) mencapai 854.040 per bulan, dengan penghasilan 854 dolar AS per bulan (Rp11,2 juta).

Alasan membikin situs-situs itu bisa murni mengejar laba. Tetapi kadang ia juga bercampur dengan motivasi politik pembuatnya.

Septiaji Eko Nugroho dari Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia berkata bahwa berita palsu atau hoax bisa dalam kacamata negatif dan melebih-lebihkan. “Intinya mereka bohong,” katanya.

Alifurrahman menampik disebut menyebarkan kebohongan. Ia mengatakan Seword dibuat “untuk melawan media abal-abal.” Selain, katanya, “untuk mengakomodasi kepentingan semua netizen.”

Neziten yang mana? Apakah Seword pernah memuat artikel yang menyerang Ahok atau mengkritik pemerintah Jokowi? Sangat jarang, jika bukan tidak pernah.

Birgaldo Sinaga, salah satu penulis Seword yang dua tulisannya memuji Ahok, mengatakan dia menulis di situs itu karena opini-opininya kerap tidak terakomodasi di Kompasiana, sebuah situs jurnalisme warga yang mulai menerapkan sistem verifikasi ketat setelah sering bikin kegaduhan di media sosial di masa pemilihan presiden 2014. Alasan lain, fokus Kompasiana tak cuma soal politik, sehingga segmentasi pembacanya sangat luas.

“Banyak tulisan saya bersenggolan dengan politik,” kata Birgaldo. “Seword dianggap suara untuk politik, saya kirimkan saja ke situ.”

Dalam laman resmi Seword, pengelola menjelaskan bahwa opini yang dimuat akan menerima kompensasi Rp3 per hit/view dan dibayar setiap bulan kepada penulis. Misalnya, bila menulis satu artikel dengan total 11.212 hit/view, maka penulis berhak mendapat Rp33.636. Ini angka kecil bagi pekerja kantoran atau operator politik.

Karena itu bukan nilai uang yang dikerjar bagi si penulis, meski hal macam itu mungkin saja. Melainkan ia bisa menyebarkan pandangan politiknya dan tujuan pencitraan terhadap tokoh politik tertentu bisa tersebar dan dibaca sebanyak-banyaknya orang.

Menurut Alifurrahman, dalam sehari Seword bisa memuat 20-30 artikel dari 90 penulis luar sejauh ini. Tanggung jawab dan risiko tulisan tersebut, katanya, diserahkan sepenuhnya kepada penulis. Artinya, tidak ada sistem editorial yang ketat, tidak seperti pekerjaan jurnalisme umumnya. (zs/ren)

446

Comments

Silakan Komentar