Suku Dayak Dan Umat Islam Tidak Bisa Diadu Domba, Pengamat : Cornelius Harus Introspeksi dan Minta Maaf

Zonasatu.com – Gejolak yang terjadi di Kalimantan Barat akhirnya menemukan titik temu, setelah suku Dayak menggelar pertemuan. Sebuah sumber resmi menyebutkan, hasil pertemuan suku Dayak se-Kalimantan termasuk Serawak, Sabah dan Brunei, memutuskan bahwa kericuhan di Pontianak beberapa waktu lalu bukan urusan suku Dayak. Umat Islam adalah saudara mereka, pantang memusuhi umat Islam.

Atas perintah panglima Dayak, mereka menuntut Gubernur Kalbar Cornelius untuk meminta maaf secara terbuka dan turun dari jabatan Gubernur. Meminta kepada aparat penega hukum untuk mengusut penistaan agama tersebut. Jika tidak maka Hukum Adat akan diberlakukan di Pontianak terhadap Cornelius dan pengikutnya.

Menurut pendapat Wahyu Farillah, seorang pengamat budaya dan suku di Indonesia, “Suku Dayak dan umat Islam Kalimantan tidak dapat diadu domba, karena suku dayak dan Islam sudah saling kenal lama. Bahkan banyak suku dayak yang beragama Islam. Karena itu Cornelius harus introspeksi dan meminta maaf sebelum suku dayak dan umat Islam membuat perhitungan berdasarkan hukum adat”, tegasnya.

Belum lama ini diberitakan hampir terjadi bentrokan fisik antara suku dayak dan mat Islam.Sikap keras Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis terhadap kelompok Islam memicu kemarahan umat Islam. Cornelis dituding memihak kelompok tertentu di Kalimantan Barat untuk menolak kedatangan para ulama.

Hal itu terbukti dengan penolakan Wakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnain ke Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Tak hanya itu, Cornelis juga dituding berada di balik penolakan Ketua DPP Front Pembela Islam (FPI) Ustadz Sobri Lubis.

Menyikapi keberpihakan Cornelis kepada kelompok tertentu di Kalbar, puluhan ribu umat Islam di Kalimantan Barat menggelar aksi Bela Ulama, Sabtu (20/5/2017). Mereka mengecam keras sikap Cornelis yang dianggap tidak memihak kepada kelompok Islam. Pada saat bersamaan, ratusan orang dari suku Dayak juga melakukan kegiatan Pekan Gawai Dayak. Mereka turun ke jalan hingga nyaris terjadi bentrokan fisik. (ZS)

5.680

Comments

Silakan Komentar