Telan Biaya Rp 278 Triliun Lebih, Nama Meikarta Diambil dari Ibu James Riady, Li-Mei

ZonaSatu.com – Lippo Group berencana membangun proyek hunian di kota baru berskala Internasional, Meikarta. Proyek yang menelan biaya Rp 278 triliun lebih ini bakal dibangun di jantung ekonomi Indonesia, Jakarta-Bandung.

“Kami memastikan bahwa hunian di kota baru Meikarta, Cikarang, akan menjadi investasi terbaik dan terjangkau bagi banyak kalangan. Kami optimistis, peluncuran penjualan hunian Meikarta pada Sabtu, 13 Mei 2017, akan mendorong antusiasme masyarakat terutama di kawasan Bodetabek-Bandung. Kami berharap closing deal pertama saat launching 250 orang. Untuk selanjutnya, penjualan akan mencapai 3.000-5.000 unit per hari,” kata CEO Lippo Group James Riady dalam acara Lippo Group Executive Gathering di Lippo Karawaci, Tangerang, Jumat (5/5).

Meikarta ini memiliki arti “beyond Jakarta” atau lebih indah dari Jakarta. Mei juga menjadi penanda bahwa proyek di Cikarang tersebut diluncurkan pada Mei 2017, sekaligus nama ibu James Riady, yakni Li-Mei.

“Lippo Group juga berharap Meikarta akan menjadi bagian dari solusi kemacetan, kepadatan, dan tekanan sosial, di ibu kota DKI Jakarta. Ini akan menjadi kota besar dengan delapan kota baru dan enam infrastruktur penunjang,” ujar James.

Kota modern raksasa dengan infrastruktur paling lengkap di Asia Tenggara itu menawarkan konsep hunian terintegrasi. Selain membangun berbagai jenis hunian, pengembang juga akan melengkapinya dengan berbagai fasilitas yang dibutuhkan masyarakat di kota mandiri. Fasilitas tersebut, antara lain tujuh pusat perbelanjaan dengan luas total 1,5 juta meter persegi, pusat kesehatan dan rumah sakit internasional, pusat keuangan internasional, 10 hotel internasional berbintang lima, perpustakaan nasional, opera theatre and art centre, 100 SD internasional dan sekolah nasional plus, serta 50 SMP, SMA nasional, dan internasional. Selain itu, akan dibangun UPH yang memiliki kampus yang besar dan tiga universitas nasional lain akan diundang, yakni UI, ITB, dan IPB.

Kota yang berada di kawasan pusat industri Indonesia ini juga akan dilengkapi dengan pusat riset industri dan international exhibition centre. Pengembang juga akan membangun Indonesian Silicon Valley, innovative infrastructure & transportation, high tech CBD & research hub, business & commercial hub, green sustainable living, serta center for the arts, culture & education.

Selain nantinya para penghuni bisa bekerja, bersekolah, berbelanja, hingga berobat di dalam kawasan yang sama, pengembang juga membantu agar aktivitas warga bisa tetap lancar dan tidak terganggu kemacetan lalu lintas. Untuk itu, gedung-gedung yang akan dibangun semuanya akan dihubungkan dengan jembatan, sehingga mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan-jalan.

Hal itu sejalan dengan tujuan pembangunan kota mandiri untuk mengurangi tekanan ke Jakarta. Ibu kota Indonesia ini sudah sangat padat dan makin terbeban dengan berbagai masalah, seperti kemacetan lalu lintas di hampir semua ruas jalan, yang menyebabkan waktu tempuh sangat lama bagi pekerja untuk bisa sampai kantor di Jakarta, atau sebaliknya pulang ke rumah.

538

Comments

Silakan Komentar